Hukum Bagi Teroris dan Hukum bagi Koruptor

Isu teroris kembali menghangat akhir-akhir ini. Pemicunya tak lain kasus penyerangansekelompok bersenjata terhadap Mapolsek. Dugaan sementara, penyerang ini adalah bagian darikelompok teroris yang melakukan aksi balas dendam karena tertangkapnya teman mereka olehDensus 88.Teroris telah menjadi sebuah keyword yang mampu meningkatkan trafik melebihi teknik manapun. Frase teroris jauh melampaui korupsi maupun koruptor. Padahal efeknya samadahsyatnya, menimbulkan korban yang banyak dan tak berdosa. Tapi kenapa hanya para terorisitu yang mendapat porsi lebih?Kepolisian dibawah kepemimpinan Jenderal Bambang Hendarso Danuri sangat tahu persis seluk beluk teroris. Saking hebatnya, setiap kasus teroris tak membutuhkan waktu lamauntuk mengungkap siapa dalang serta kroninya. Database semua kelompok maupun individutercatat rapi, pada saat muncul sebuah kasus, tinggal buka arsip jadi deh pelaku serta motifnya.Asas praduga tak bersalah tidak layak bagi para teroris berbeda jika pelakunya adalahkoruptor kelas kakap. Berbagai macam dalih maupun alibi dimana pada akhirnya berbuahkeringanan hukuman. Sekali lagi, nasib para “teroris” memang lagi apes. Tak ada namanya hak asasi apalagi ruang pembelaan yang berimbang. Palu sudah diketuk, keputusan harus diterimawalaupun pahit.

Pengembangan dari artikel diatas :

Hukum

adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaiankekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidangpolitik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagaiperantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasidalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapatmenuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagipenciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaanpolitik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Tapi kenapa diNegara Indonesia tercinta ini hal tersebut tidak berlaku contohnya seperti kasusdibawah ini.

Saat ini isu teroris mencuat kembali. Pemicunya tak lain kasus penyerangan baik itu penyerangan kemapolsek atau peledakan gedung-gedung tertentu yang sangat meresahkan. Paradalang teroris yang menjadi otak dari semua kejadian-kejadian terror ini satu persatu dapatditangkap. Dan para teroris ini di hukum sesuai dengan hukum yang berlaku, malangnya merekatidak mendapatkan hak praduga tak bersalah, mereka harus menerima keputusan yang telahdiberikan kepada mereka, jangankan teroris bahkan pencuri sandalpun mempunyai nasib yangsama. Mereka tidak bisa mengelak dari hukum yang telah di putuskan.Kasus itu jauh berbeda dengan yang terjadi pada para koruptor, mereka bisa berdalih danmengungkapkan alibi yang kemudian bisa memperingan hukuman mereka, ya mungkin itusesuai dengan bunyi ini “Kemerdekaan …

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ….

“. Bunyi diatas merupanan potongan dari pasal 28, itulah yang berlaku bagi para koruptor.Kita tentu berharap ada keseimbangan dalam melihat kasus teroris dengan korupsi.Kedua-duanya memiliki efek yang sangat luar biasa. Pencuri kecil merampas harta orang lainuntuk makan, teroris merampas hak hidup orang lain, koruptor pun demikian. Perbedaan yang paling menonjol adalah teroris banyak yang ditembak mati, pencuri kecil banyak yang dipukulidan dipenjara sangat lama, tetapi koruptor walaupun misalnya dia masuk penjara-penjaranyasekelas dengan hotel berbintang dan kurun waktunya pun relative singkat.

Sumber: http://www.scribd.com/doc/48940341/Artikel-Pendidikan-Kewarganegaraan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s